Siang ini gue mau bikin cerita fiktif yang mudah-mudahan bisa nyentuh relung hati kalian yap
Tapi sebelom baca pastiin kalian udah sediain obat mata karena tulisan ini bakalan panjang banget atau se enggaknya kalian sediain cemilandeh biar gak BT selama baca ini
Cerita ini tentang sebuah perjuangan seorang anak yang ditinggal oleh kedua orang tua nya dan tinggal bersama bibinya..
Malam telah berganti menjadi pagi yang cerah, hari yang baru telah dimulai untuk Dandi.. Yap Dandi adalah sebuah anak yang ditinggal oleh kedua orang tuanya, kedua orang-tuanya meninggal Dunia karena kecelakaan, kala itu Dandi berumur 1 tahun, ia belum mengerti apa-apa tentang kejamnya Dunia.. Setelah sepeninggal orang-tuanya Dandi dirawat oleh bibinya. Tinggal bersama bibinya tidak menjadikan Dandi anak yang manja, ia dari kecil dididik dengan keras.. Dandi adalah sosok yang tegar dan tidak pernah dimanja oleh bibinya, Jika ia menginginkan sesuatu ia harus usaha tidak boleh minta dan merengek kepada bibinya. Jika ia merengek dan meminta sesuatu kepada bibinya, ia akan dipukul.
Dandi terus tumbuh layaknya anak anak lain, bedanya adalah ia tidak dimanja dan ia tidak mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya..
Dandi sering bertanya dalam hati "Mengapa orang Tuaku pergi terlebih dahulu, sebelom mereka melihat aku sukses' dengan air mata yang berjatuhan dipipinya, lalu hati kecilnya menjawab "Kamu harus yakin kalo orang tua kamu dari surga selalu merhatiin kamu, kamu harus janji pada diri kamu sendiri bahwa kamu bisa menjadi orang yang sukses agar orang tua kamu bangga melihat buah hatinya berhasil" Dandi segera bangkit dan menghapus air matanya senyuman kecilpun terlihat dari Dandi..
Setiap pagi Dandi hanya dikasih sarapan berupa roti dan teh hangat.. Walaupun hanya makanan yang sederhana itu tapi Dandi tetap bersyukur karena bibinya masih mau merawatnya.. Dan setiap Dandi sekolah hanya di beri uang saku Rp. 2000.- hanya untuk ongkos dari rumah kesekolah, dan dari sekolah kerumah .. Dandi perhari hanya diberi uang Rp.2000 ,- lalu dengan apa Dandi mendapatkan jajan ?
Dandi setiap hari berjualan gorengan disekolah ia membawa gorengan yang ia buat dari jam 3 dinihari untuk pagi harinya dijual disekolah.. Gorengan Dandi selalu habis terjual, tapi uang dari gorengannya itu tidak dipakai untuk kesenangannya, uangnya itu ia simpan dan separuhnya untuk modal berjualan esok.. Karena Dandi percaya seseorang yang bekerja keras dan tak pernah mengeluh atas apa yang ia terima sesungguhnya Tuhan semakin dekat dengannya setiap malam ia selalu memanjatkan doa untuk ke dua orang tua nya, Dandi tidak ingin menjadi anak yang lupa akan ke dua orang tuanya walaupun kedua orang tuanya telah tiada..
Terkadang Dandi iri dengan teman-temannya sewaktu pengambilan raport, Dandi iri ketika melihat teman-temannya diambilkan raport oleh orang tuanya dan dipeluk oleh orang tuanya, sedangkan Dandi hanya diambilkan oleh Bibinya.. Sesekali Dandi menjatuhkan air mata ketika melihat anak anak lain diambilkan raport oleh kedua orang tuanya..
Waktupun terus berjalan akhirnya Dandi lulus dari Sekolah Dasar dan masuk SMP. Saat itu Dandi masuk SMP Favorit, di SMP itu adalah mayoritas orang kaya tapi hanya Dandi dari kalangan kurang mampu.. Tapi Dandi tidak pernah merasa malu, ia masih terus berjualan di dalam kelas, Dandi terus menunjukkan kepintarannya dan guru guru mengApresiasinya.. Ketika SMP Dandi dekat dengan seorang wanita bernama Lita, Lita ini banyak membantu Dandi untuk mempromosikan gorengannya baik melalui internet ataupun lisan.. Melihat ketekunan Dandi ibu Lita bersedia menyediakan tempat untuk berjualan gorengan, kala itu Dandi senangnya bukan main. Usaha gorengan milik Dandi maju pesat kala itu dia masih SMP kelas 3 dan untuk berjualan Dandi membagi waktu sekolah dan berjualan.. Yap sepulang sekolah Dandi bergegas berjualan hingga pukul 8 malam, setelah itu ia belajar lalu tidur, hari hari Dandi terus dilewati seperti itu..
Hari hari terus dilewati Dandi sampai pada akhirnya orang yang merawatnya dari kecil bibinya meninggal dunia karena penyakit pilek yang melandanya.. Waktu itu Lita datang kerumah Dandi untuk memberi semangat kepada Dandi
Lit kenapa ya orang orang yang aku sayang, Tuhan panggil terlebih dahulu ucap Dandi dengan menjatuhkan air matanya..
Ya namanya juga cobaan Di kamu harus bisa nerima yang Tuhan beri kekamu ucap Lita dengan memberi semangat untuk Dandi
Iya lit aku ikhlas, sekarang aku udah ga punya siapa siapa lagi Di Dunia ini ucap Dandi dengan penuh kesedihan
Hapus air mata kamu Di kamu masih punya aku kok sahabat terbaik kamu yang siap dengerin segala keluh kesah kamu "Ucap Lita dengan penuh senyum"
Iya makasih ya Lit ucap Dandi. Lalu lita segera memeluk Dandi untuk merasakan beratnya beban hidup yang dirasa Dandi..
Selang beberapa hari akhirnya Dandi menghadapi Ujian Nasional, Dandi mengisi soal soal Ujian itu dengan teliti.. Akhirnya tiba juga kepada babak yang menegangkan penentuan antara lulus dan tidak lulus, dan ternyata Dandi lulus dengan nilai tertinggi 39,99 dari 4 pelajaran dan Litapun lulus dengan hasil yang cukup besar dengan nilai 37.. Tapi Dandi mendapat nilai tertinggi bukannya senang, malah ia bersedih mengapa ? Karena orang tua dan bibinya tidak bisa melihat prestasinya itu.. Tapi lita selalu mengingatkan Dandi : Sudah Di gausah nangis terus mereka bangga kok lihat kamu berhasil, toh kamu tetap tekun dan bekerja keras ya karena orang yang bekerja keras selalu dilihat Tuhan dan akan Tuhan wujudkan hasil dari kerja keras dan ketekunannya contohnya kamu : Kamu udah bekerja keras dan tekun dalam belajar dan Tuhan udah ngebayar hasil kerja keras kamu lewat nilai yang memuaskan "ucap Lita"
Iya makasih ya Lit kamu udah baik banget sama aku kamu juga udah selalu ngasih semangat buat hidup aku "Ucap Andi dengan meneteskan air matanya"
Dandi dan Lita kembali bersama mereka masuk di SMK Favorit.. Dandi hidup sendiri tanpa orangtua dan bibinya, ia dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih giat lagi untuk mencari biaya hidupnya. Namun Dandi tidak perlu khawatir akan Biaya Sekolah, karena mendapat Beasiswa selama di SMK, Dandi hanya perlu berjualan gorengan untuk menyambung biaya hidupnya..
Waktu terus Dandi dan Lita lalui bersama di SMK, terkadang Lita juga membantu Dandi untuk berjualan gorengan sepulang sekolah.. Karena hari hari yang terus mereka lalui berdua akhirnya Dandi jatuh hati kepada Lita namun Dandi bingung harus berbuat apa karena Dandi ingin persahabatannya tidak hancur disisi lain Dandi ingin menjadi lebih daripada sahabat atau bisa dibilang pacar. Dandipun memberanikan diri untuk menyatakan cinta Dandi yang sekarang duduk di bangku kelas XII terus mengagumi Lita dan ketika pulang sekolah tepat didepan kantor guru Dandi memberanikan diri untuk menyatakan diri kepada Lita
Lita "ucap Dandi"
Iya kenapa Di ? "ucap Lita dengan penuh senyum"
Aku mau bilang sesuatu "ucap Dandi"
Iya bilang apa Di "ucap Lita kebingungan"
Jadi gini aku kan sekarang udah gak punya siapa-siapa lagi di Dunia kamu mau gak jadi orang terakhir yang aku milikin maksutnya jadi pendamping hidup aku "ucap Dandi dengan menggoyangkan tubuhnya"
I i iyaa Di aku mau, aku juga sebenernya udah naro rasa dan berharap ama kamu "ucap Lita"
Singkat cerita akhirnya mereka jadian dan melewati hari hari bersama.. Karena mereka sudah kelas XII akhirnya hari yang menegangkan bernama UJIAN itu segera datang seperti biasa Dandi melewatinya dengan santai dan hasilnya ia mendapat nilai tertinggi se-Nusantara
Lulus sekolah usaha gorengan Dandi maju pesat dengan memiliki 999 cabang yang tersebar diseluruh Nusantara dengan sukses tidak membuat Dandi lupa diri ia masih tetap selalu bersyukur atas apa yang ia terima hari ini.. Hubungannya dengan Lita masih berlanjut bahkan dikabarkan ia akan menikah..
Cerita terus berlanjut akhirnya Dandi dan Lita menikah dan mereka hidup bahagia bersama. :')
Nah akhir cerita bisa gue simpulin : Kesuksesan akan diraih oleh orang orang yang selalu bersyukur, tekun, dan bekerja keras :)
Ini aja bahan renungan yang bisa gue posting siang ini. Gue Sarif Haikal Hidayat sekian yaa dan Bye :D
Play'n GO mobile app | JTM Hub
ReplyDeletePlay'n GO mobile app is available 전라남도 출장마사지 in Google Play Store and Google Play 동해 출장안마 Store apps. Go, visit the Google Play 정읍 출장안마 Store 용인 출장샵 on your 안산 출장안마 Android device,